TKA Dorong Berpikir Kritis Sejak Dini
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD di Kabupaten Majalengka berlangsung dengan penuh antusiasme dari siswa dan warga sekolah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa model soal TKA dirancang untuk merangsang kemampuan berpikir kritis, bukan sekadar hafalan.
Soal-soal yang menantang mendorong siswa untuk memahami dan menganalisis sebelum menentukan jawaban yang tepat.
TKA Jadi Cermin Kemampuan Siswa
Melalui TKA, sekolah dapat memetakan kemampuan literasi dan numerasi siswa secara lebih komprehensif.
Hasil TKA diharapkan menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah serta membantu siswa mengenali kemampuan diri.
Meski tidak bersifat wajib, siswa memahami bahwa TKA memberikan manfaat penting dalam proses belajar mereka.
Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Kunci Sukses
Pelaksanaan TKA di sekolah berjalan lancar meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan perangkat dan kendala teknis.
Dukungan guru melalui pendampingan belajar serta keterlibatan aktif orang tua menjadi faktor penting dalam menyukseskan TKA.
Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan siswa menghadapi asesmen.
Berita Lainnya
Penjaringan Data Guru 2026 Dipercepat, Dorong Penuntasan Sertifikasi PPG
Antusiasme TKA SD 2026: Latih Berpikir Kritis dan Pemetaan Kemampuan Siswa
Dialog Pendidikan Internasional: Indonesia Berbagi Reformasi dengan Palestina
Pembelajaran Interaktif dengan IFP Tingkatkan Antusiasme dan Keterlibatan Siswa
Revitalisasi Pascabencana: 26 Kelas Darurat Hadir, Harapan Pendidikan Sumbar Bangkit Kembali